DOKUMENTASI

DOKUMENTASI
UKHUWAH FOREVER

15 Desember 2008

blog pembelajaran tentang sistem pembelajaran hewan untuk SMA KELAS XI Semester 2

untuk bernafas hewan tertentu memiliki alat pernafasan. Alat-alat pernafasan itu berperan dalam proses pemasukan oksigen dari lingkungan luar kedalam tubuh serta pengeluaran karbon dioksida dari tubuh kelingkungan luar. Alat-alat pernafasan pada hewan berbeda-beda sesuai dengan perkembangan struktur tubuh dan tempat hidupnya. hewan darat menggunakan paru-paru untuk bernafas, dan pada kelompok burung, paru-paru dilengkapi dengan kantong udara. pada katak dewasa selain menggunakan paru-paru juga menggunakan kulit untuk memabntu pernafsan. hewan yang hidup diperairan(hewan akuatik), misalnya ikan dan udang mempunyai insang. serangga umumnya mempunyai alat pernafasan berupa trakea dan hewan invertebrata yang lain memiliki organ yang berbeda pula.

alat pernafsan hewan pada dsarnya berupa alat masukan dan alat pengangkut udara. apabila alat penganglutan dalam tubuh tidak ada, maka pemasukan oksigen dilakukan dengan difusi, misalnya pada pprotozoa. pada cacing tanah , oksigen masuk secara difusi melalui permukaan tubuh, kemudian amsuk kepembuluh darah. Didalam darah oksigen diikat oleh pigmen-pigmen darah, yaitu hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Pada hewan lain, hemoglobin terkandung didalam sel darah merah (eritrosit)
berikut ini akan diuraikan sistem dan alat pernafasan pada berbagai kelompok organisme.

1.PERNAFASAN PADA PROTOZOA
Amoeba dan paramecim tidak mempunyai alat pernafasan khusus. demikian protozoa yang lain . pernafasan dilakukan melalui seluruh permukaan selnya. Oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar melalui membran sel secara difusi. Oksigen dan karbon dioksida tersebut merupakan gas-gas ang terlarut dalam air

2. PERNAFASAN PADA PORIFERA DAN COELENTERATA
Hewan fillum Porifera atau kelompok hewan berpori tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memilki jaringan yang sangat sederhana. Hewan ini banyak ditemukan di pantai atau laut. Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus . Udara pernafasan dipertukarkan langsung oleh sel-sel di permukaan tubuh atau sel-sel leher yang besentuhan dengan air. Oksigen diambil oleh Porifera berasal dari oksigen yang terlarut didalam air.
Hewan fillum Coelenterata yang meliputi golongan hewan karang, ubur-ubur, hidra, dan anemon laut tubuhnya tidak tersusun atas banyak sel dan memiliki jaringan. Coelenterata tidak memiliki alat pernafasan yang lengkap atau khusus. Sel-sel dibagian permukaan tubuhnya dapat melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya.


3. PERNAFASAN PADA CACING
Pada cacing pipih, misalnya planaria, pernafasan terjadi diseluruh permukaan tubuh melalui difusi. demikian pula cacing perut, tidak memilki alat pernafasan khusus. Cacing hidup didalam usus manusia, sehingga toleran terhadap kadar oksigen rendah. Oksigen masuk dalam jaringan tubuh cacing melalui difusi lewat permukaan tubuhnya.
Cacing gilig bersegmen, misalnya cacing tanah, tidak mmeiliki alat pernafasan khusus. Pernafasan cacing dilakukan melalui permukaan kulit yang selalu basah.

4. PERNAFASAN PADA MOLUSCA DAN ECHINODERMATA
Hewan anggota fillum Molusca ada yang hidup didarat dan ada yang hidup diair. Molusca yang hidup didarat atau diair bernafas dengan paru-paru (Pulmo) digolongkan ordo Pulmonata, contohnyabekicot, (Achatina fulica). Molusca yang hidup diair yaitu kelas bivalvia atau kerang-kerangan , bernafas dengan insan .
Hewan-hewan Echinodermata hidup diair laut , dengan ciri tubuh berkulit duri , misalnya bintang laut, bulu babi, dan mentimun laut. Hewan-hewan ini bernafas dengan menggunakan insang dermal atau insang kulit.

5. PERNAFASAN PADA ARTROPODHA
Yang termasuk dalam anggota fillum Arthropoda adalah Crustacea (golongan udang dan kepiting), Myriapoda (golongan lipan dan luwing), aracnida(golongan laba-laba dan kalajengking), dan insecta (golongan serangga). Hewa anggota fillum arthropodatersebut mempunyai cara dan alat pernafasan yang berfariasi. Hewan yang hidup diair bernaafas menggunakan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan trakea atau paru-paaru buku. Trakea adalah saluran-salauran udara yang berguna untuk mengedarkan oksigen keseluruh permukaan tubuh. sedangkan paru-paru buku adalah alat pernafasan yang mempunyai struktur bertumpuk seperti buku. sebagai contoh , Crustacea bernafas dengan insang, Myriapoda bernafas denga trakea, dan aracnida bernafas denga paru-paru buku.
Pernafasan pada serangga dilakukan dengan menggunakan sistem trakea. Udara keluar masuk tidak melalui mulut melainkan melalui lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya.LUbang pernafasan tersebut dinamakan Stigma atau Spirakel. Pada masing-masing ruas tubuh terdapat sepasang stigma, sebuah disebelah kiri da sebuah lagi di sebelah kanan. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma, kemudian menyebar mengikuti trakea dengan cabang-cabangnya. jadi oksigen diedarkan tidak melalui darah , melainkan langsung dari pembuluh trakea kesel-sel yang ada diekitarnya. dengan demikian cairan tubuh serangga "darah serangga" tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari-sari makana dan hormon.,
Proses pernafasan serangga terjadi karena otot-otot yang bergerak secara teratur. kontraksi otot-otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengambang mengempis, sehingga udara keluar masuk melalui stigma. pada saat trakea mengembang udara masuk melalui stigma selanjutnya masuk kedalam trakea, lalu kedalam trakeolus, dan akhirnya masuk kedalam sel-sel tubuh. Oksigen beerdifusi kedalam sel0sel tubuh. Karbon dioksida hasil pernafasan dikeluarkan mealui sistem trakea akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu trakea mengempis.
Pada serangga yang hidup diair , n\misalnya nimfa, terdapat insang trakea. Alat ini mempunyai permukaan yang sangat halus untuk memperoleh oksigen didalam air secara difusi. Bagi serangga yang hidupnya diair tersebut , insang hanya berfungsi pada masa larva, kemudian akan mereduksi atau hilang pada saat dewasa.

Sumber : BIOLOGI untuk SMA kelas XI , Isytamar Syamsuri